Yahoo Go, Dunia dalamGenggaman

31 Oktober 2009

Aplikasi yang satu ini mesti ada
di ponsel kesayangan anda
karena dalam satu aplikasi
yahoo go ini anda dapat
berkirim email, membaca email
masuk, ada informasi yahoo
finances, weather, news, semua
hal tentang update berita
sampai ke email ada disini.
aplikasi ini gratis diberikan
yahoo untuk anda para penggila
internet yang telah dimutasikan
ke smartphone. selamat
mencoba dan menikmati
kemudahan dalam satu
genggaman. dan o ya adalagi
fitur tambahan buat anda yaitu
satelit map. selamat merangkul
dunia dalam genggaman anda.

DOWNLOAD SEKARANG
Baca Selengkapnya... - Yahoo Go, Dunia dalamGenggaman

Image Morpher Aplikasi Pengubah Resolusi Gambar

24 Oktober 2009

Image Morpher 2.2.5
Fungsi utama Aplikasi ini untuk mengubah resolusi gambar pada handphone, beberapa gambar yang resolusinya dapat dirubah antara lain : .jpeg; .gif; dan .png..hampir semua handphone dapat menginstal aplikasi ini karna aplikasi ini berbasis .jar. Cara kerjanya cukup mudah anda tinggal menginstal dulu aplikasi ini kemudian pilih salah satu icon yaitu BUKA GAMBAR, setelah itu cari dimana anda menyimpan gambar yang akan anda edit resolusinya, setelah anda temukan tinggal masukan berapa ukuran tinggi dan lebar gambar sesuai keinginan, selanjutnya SIMPAN GAMBAR mudah bukan, Untuk mendownload image Morpher klik disini Selamat Mencoba..
Baca Selengkapnya... - Image Morpher Aplikasi Pengubah Resolusi Gambar

Lahirnya Robot Humanoid Dari Toyota Yang Jago Berlari

22 Oktober 2009

toyotarobotjuly2009
Semakin lama kemajuan teknologi robot semakin pesat perkembangannya. Ditambah lagi dengan ide dan pemikiran kreatif dari penciptanya, tentunya ini akan menambah kreatifitas dan inovasi yang berpengaruh pada robot yang diciptakanya tersebut.
Sesuatu yang luar biasa tampaknya sedang diupayakan dan dikembangkan oleh salah satu perusahaan terkenal Jepang yaitu Toyota. Dan dari informasi yang diperoleh, ternyata Toyota ini telah berhasil menciptakan sebuah robot Humanoid yang dapat melakukan lari seperti halnya manusia.
Robot ini memang sungguh mengesankan. Bayangkan saja, robot ini dapat melakukan lari dengan cepat. Dan setelah diuji coba, ternyata pihak Toyota mengklaim kalau robot yang diciptakannya tersebut mampu berlari lebih dari 7 km per jam. Dengan kata lain, robot Humanoid ini mampu berlari lebih cepat dibanding robot ASIMO. Anda sanggup menjajal kemampuan lari robot humanoid ini? Silahkan saja !
Baca Selengkapnya... - Lahirnya Robot Humanoid Dari Toyota Yang Jago Berlari

Absurditas ManusiaJakarta

19 Oktober 2009

Di Jakarta berbagai hal dapat terjadi,
mulai dari hal yang masuk akal,
sampai hal-hal yang membalik-
balikan logika. Hal inilah yang
kemudian menjadi ciri manusia
Jakarta atau yang dalam buku ini
diistilahkan sebagai Homo
Jakartensis.
Secara umum manusia Jakarta
memang tidak beda dengan
manusia yang hidup di kota-kota
lain. Jika manusia Jakarta minum
kopi, manusia di Wonosari juga
tidak sedikit yang gemar ngopi. Jika
manusia Jakarta mandi memakai
sabun, toh manusia di Ciranjang
pun mandi memakai sabun.
Namun yang membedakan
manusia Jakarta dengan manusia di
kota lain adalah cara dalam
memaknai kegiatan fungsional tadi,
ngopi misalnya. Bagi manusia
Jakarta, minum kopi tidak sekadar
menyeruput minuman berwarna
hitam kecoklatan itu, tetapi di sana
juga terdapat selera, cara memilih
dan jugasoal citra
Salah satu contoh yang
dikedepankan oleh Seno untuk
menandai fenomena ini adalah hal
makan. Makan bukan sekadar
makan enak sesuai selera dan
sekaligus mengenyangkan, tetapi
juga memiliki makna simbolik.
Makan di warung tenda yang
menyajikan masakan Sunda, jelas
berbeda dengan makan di restoran
Dapur Sunda yang ber-AC dengan
pelayan-pelayan yang ramah.
Akibatnya, kalau mau pamer,
mengajak seluruh keluarga untuk
pesta makan, siapkanlah uang
sebanyak-banyaknya. Tetapi, kalau
ingin makan dengan selera sendiri,
meskipun masih memakai dasi,
berpanas-panas di warung tenda
pun jadi.
Kemudian soal mobil. Mobil ternyata
tidak melulu alat transportasi,
namun juga merupakan prestise,
sebuah identitas bagi pemiliknya.
Kehormatan pun diterjemahkan
pada simbol mobil tersebut. Tidak
heran jika bemper mobil tersebut
lecet atau penyok karena
terserempet, maka seakan-akan ikut
lecet dan penyok pula harga diri dan
kehormatan pemiliknya.
Padahal itulah fungsi bemper, yakni
untuk menahan agar benturan dari
mobil lain tidak langsung mengenai
body mobil. Bukankah sebaiknya
bemper yang penyok dari pada
body mobil yang penyok.
Dari beberapa contoh peristiwa di
atas tampak bagaimana citra, nilai
dan gaya menjadi hal yang penting
bagi manusia Jakarta. Uniknya
proses ini terus menerus berputar
selama manusia Jakarta itu ada.
Dengan citra dan gaya inilah
berbagai persoalan dapat
diselesaikan dengan mudah.
Dalam dunia bisnis misalnya,
memperlihatan citra bonifide
perusahaan menjadi elemen yang
sangat penting. Tidak heran jika
sebuah kantor dengan sengaja
membeli lukisan berharga ratusan
juta rupiah untuk dipasang di lobby
kantor agar timbul kesan direktur
perusahan tersebut adalah orang
yang tahu banyak soal seni.
Di dalam buku ini Seno memang
seolah ingin menelanjangi manusia-
manusia Jakarta. Ia seperti ingin
menunjukkan di balik penampilan
manusia Jakarta yang bekesan
megah, mewah, dan gemerlap
justru terdapat kekacauan,
keanehan, dan disoreintasi yang
kronis.
Kumpulan kolom ini adalah
mengenai absurditas manusia
Jakarta. Apakah absurditas ini adalah
sesuatu yang salah atau keliru? Seno
tidak secara terang-terangan
mengatakannya, namun paling tidak
ia mengajak pembaca untuk melihat
sebuah gejala sosiologis yang terjadi
pada manusia Jakarta.***
Baca Selengkapnya... - Absurditas ManusiaJakarta

Catatan-catatan Kritis Wartawan Tiga Zaman

Judul: Semua Berawal dengan
Keteladanan, Catatan Kritis Rosihan
Anwar
Penulis: Rosihan Anwar
Tebal: xx + 515 halaman
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Terbit: Mei 2007
Setiap penulis kolom memiliki gaya
penulisan yang khas. Ada penulis
yang menyajikan tulisan secara
“ berat”, sebut saja seperti
Goenawan Mohammad, ada yang
bergaya ceplas-ceplos seperti Harry
Roesli, ada juga yang bergaya segar
dan jenaka seperti Mahbub Djunaidi.
Setiap gaya tulisan boleh-boleh saja
beda. Namun jika diamati, ada
kesamaan di antara penulis-penulis
tersebut. Kesamaan itu adalah,
semua penulis tersebut sangat kaya
dengan pengalaman, memiliki
pengetahuan yang luas, serta
kejelian dalam menangkap
persoalan yang ada di sekitarnya.
Begitu pula dengan Rosihan Anwar.
Ia adalah seorang penulis yang
memiliki ciri-ciri seperti di atas.
Rosihan Anwar adalah penulis yang
kaya dengan berbagai pengetahuan,
mulai dari pengetahuan sejarah,
sastra, kebudayaan, filsafat, hingga
politik. Seperti diungkapkan oleh
Julius Pour dalam pengantar buku
ini, semua pengetahuan itu
membuat Rosihan Anwar dapat
berpikir secara runtut dan memakai
bahasa yang jernih.
Ditambah lagi, profesinya sebagai
wartawan memungkinkannya
mempunyai banyak kesempatan
untuk bertemu dan berinteraksi
dengan orang dari berbagai
kalangan, mulai dari rakyat kecil,
pejabat, tokoh-tokoh berpengaruh,
sampai pesohor. Di sisi lain ia juga
berkesempatan menjadi saksi
langsung berbagai peristiwa
penting.
Hal-hal itulah yang membuat
tulisan-tulisan Rosihan Anwar
menjadi lebih kaya, penuh warna,
dan tampak penguasannya terhadap
kompleksitas persoalan dan
kemajemukan setiap permasalahan.
Tidak heran jika pembaca merasa
betah berlama-lama membaca
tulisannya. Padahal bukan tidak
mungkin persoalan yang
disampaikan dalam tulisannya
adalah masalah yang cukup serius.
Begitu pula tulisan-tulisannya dalam
buku Semua Berawal dengan
Keteladanan.
Semua Berawal dengan Keteladanan
adalah kumpulan kolom Rosihan
Anwar yang muncul di tabloid Cek
& Ricek. Nama kolom tersebut
adalah Halo Selebritis. Seperti
lazimnya tabloid hiburan, Cek &
Ricek pun berisi berbagai berita
seputar selebritis dan dunia hiburan.
Namun begitu, tabloid ini masih
menyisakan ruang untuk diisi oleh
tulisan-tulisan yang memberikan
pengayaan kepada pembacanya,
itulah kolom Rosihan Anwar. Tidak
mengherankan jika kolom ini adalah
salah satu tulisan yang selalu
ditunggu pembacanya setiap
minggu.
Membaca buku ini yang diterbitkan
untuk memperingati 85 tahun
Rosihan Anwar dan 60 tahun usia
perkawinannya dengan Siti Zuraida
Sanawi ini, kita dapat melihat
bagaimana wartawan tiga jaman itu
memandang berbagai persoalan
yang ada di masyarakat, mulai dari
persoalan kebudayaan, sosial, pers,
politik sampai ekonomi. Cara
pandang Rosihan Anwar itu sangat
beragam, ia dapat saja
mengacungkan jempol, geleng-
geleng kepala, mengritik pedas,
bersikap sinis atau pun mengejek.
Kesemuanya disampaikan secara
terbuka atau blak-blakan.
Ketika Polri berhasil menangkap
Imam Samudra dan Amrozi
tersangka peristiwa pemboman di
Bali misalnya, Rosihan Anwar secara
terbuka memuji prestasi tersebut.
Namun, ketika ia menilai para
selebriti, entah pelawak ataupun
penyanyi rock, yang tiba-tiba di
bulan Ramadhan sering muncul
membawakan acara agama di
malam atau subuh hari, ia seperti
menyimpan tanda tanya. Bahkan
Rosihan Anwar mempertanyakan,
apakah kalau sudah menjadi terkenal
seseorang bisa begitu saja dipakai
dalam acara dakwah? (hal. 209).
Menariknya, Rosihan pun tidak
pernah pandang bulu dalam
melancarkan kritik. Pejabat, birokrat
atau pun artis, bisa saja dikritiknya
terang-terang. Bahkan presiden pun
tidak lepas dari sasaran kritiknya,
misalnya saja secara terang-
terangan ia mengatakan bahwa
dalam hal KKN, Gus Dur sudah sami
mawon dengan mantan Presiden
Soeharto (hal. 35). Begitu pula ketika
ia berkali-kali mengritik Presiden
Megawati.
Kolom-kolom Rosihan Anwar pun
menjadi lebih menarik untuk dibaca
karena banyak sekali “sejarah kecil”
yang disisipkan dalam kolom-kolom
ini. Meskipun dikatakan “sejarah
kecil” namun hal tersebut justru
memperkaya tulisan sejarah yang
ada. Misalnya dalam tulisan yang
berjudul Dewi Rais Punya Cerita,
Pertanyaan Bisa Bikin Ibu Mega
Sebel, Rosihan menulis bagaimana
Presiden Soekarno marah kepada
Dewi Rais, istri Letjen (Purn.) Rais
Rabin. Ketika itu Dewi Rais dan
pengurus PWI yang diketuai
Mahbub Djunaidi (almarhum)
berkunjung ke Istana Bogor.
Sesampainya di sana Presiden
Soekarno menyalami semua tamu
yang datang. Namun yang
menggelikan ia ngambek dan tidak
mau bersalaman dengan Dewi Rais.
Tidak hanya itu, Presiden Soekarno
komplain kepada Kolonel Hidayat
(kala itu masih berpangkat kolonel),
ayah Dewi Rais, yang menjabat
Panglima Tinggi TNI di Sumatera
pada masa clash ke dua dan PDRI
(Pemerintahan Darurat Republik
Indonesia). Kala itu, seperti dikutip
Rosihan Anwar, Presiden Soekarno
berkata “ Zeg, suruh jouw dochter
itu jangan tulis yang bodoh-bodoh.”
Kemarahan Soekarno ternyata
dipicu oleh tulisan Dewi Rais dalam
surat kabar Api Pancasila yang
mengritik ucapan Presiden Soekarno
seputar Gestapu. Waktu itu
Soekarno mengatakan bahwa
peristiwa Gestapu merupakan
druppeltje in de ocean (sebuah riak
kecil dalam lautan samudera).
“Sejarah kecil” seperti itulah yang
sebenarnya dapat membuat sejarah
lebih hidup dan tidak kering,
sehingga lebih menarik minat orang
untuk membaca. Oleh karena itulah
Rosihan juga pernah menerbitkan
buku Sejarah Kecil (Petite Histoire)
Indonesia (2004).
Pendek kata kolom-kolom Rosihan
Anwar tidak hanya sebuah
komentar kritis terhadap persoalan
yang terjadi setiap waktu, tetapi juga
sebuah catatan kritis yang diracik
sedemikian rupa sehingga “sedap”
untuk dinikmati.***
Baca Selengkapnya... - Catatan-catatan Kritis Wartawan Tiga Zaman

Catatan KompleksitasSoe Hok-Gie

Judul: Soe Hok-Gie..Sekali Lagi
Penulis : Rudy Badil, dkk
Penerbit: Kepustakaan Populer
Gramedia
Tebal : xxxix + 512 Halaman
Tahun : Desember 2009
Soe Hok Gie adalah ikon gerakan
mahasiswa. Ia telah menjadi
inspirasi bagi banyak aktivis kampus
di era tahun 1980-an hingga 1990-
an. Bahkan catatan hariannya yang
dibukukan dalam Catatan Seorang
Demonstran, menjadi semacam
bacaan wajib bagi peminat ataupun
simpatisan dunia pergerakan.
Dari buku tersebut dapat dilihat
bagaimana Hok-Gie merespon
realitas. Jejak kegelisahan, semangat,
perenungan, sikap maupun
idealismenya dapat dilihat dari buku
tersebut. Buku tersebut seolah
menjadi representasi dunia batin
adik kandung budayawan Arief
Budiman itu.
Namun, sisi human interest dari
Hok-Gie memang sulit untuk dilacak.
Rasanya belum ada literatur yang
mengungkap sisi ini. Padahal hal ini
boleh jadi sisi yang "misterius" dari
Hok-Gie, sebut saja bagaimana cara
ia bergaul dengan karib serta
koleganya, bagaimana cara ia
menangani permasalahan di
lapangan, ataupun bagaimana
hubungannya dengan beberapa
teman dekat wanitanya.
Kehadiran buku Soe Hok-Gie…Sekali
Lagi, tampaknya mulai membuka
sisi lain dari Hok-Gie. Sosoknya
perlahan mulai terungkap meskipun
tidak bisa secara utuh mengurai
kompelksitasnya.
Buku ini berisi sejumlah tulisan dari
beberapa sahabat dekat, rekan
pencinta alam yang tergabung
dalam Mapala (Mahasiswa Pencinta
Alam) Universitas Indonesia,
budayawan, peneliti, sineas,
maupun aktor. Dari tulisan-tulisan
inilah dapat diketahui mozaik lain
dari Hok-Gie.
Penulis pertama buku ini adalah
Rudy Badil, salah seorang anggota
Mapala UI yang ikut serta dalam
pendakian ke Semeru pada
pertengahan bulan Desember 1969.
Di bagian awal inilah Rudy
menceritakan apa yang dialaminya
pada hari-hari saat-saat terakhir
bersama Hok-Gie.
Tulisan ini diletakan di bagian awal
karena memang kisah inilah yang
paling tragis dari Hok-Gie. Di bagian
ini dikisahkan saat-saat terakhir Rudy
Badil bersama Hok-Gie. Dikisahkan
bagaimana ia sempat melihat Hok-
Gie yang masih bertahan di puncak
Semeru sementara pendaki lain
sudah turun karena cuaca saat itu
dianggap mulai tidak bersahabat.
Namun tidak lama setelah itu Rudy
Badil diberitahu oleh pendaki lain
bahwa Hok-Gie dan Idhan Lubis
mengalami kecelakaan. Belakangan
diketahui kematiannya itu
disebabkan oleh gas beracun yang
keluar dari kawah Semeru, gunung
berapi yang masih aktif.
Dikisahkan pula bagaimana sulitnya
proses evakuasi kedua jenazah
tersebut. Hal ini disebabkan sulitnya
menjangkau lokasi karena medan
yang cukup berat. Namun, dengan
bantuan penduduk setempat, kedua
jenazah dapat diturunkan.
Dari sejumlah tulisan lain dalam
buku ini, terungkap pula bahwa
Hok-Gie adalah sosok idealis yang
seakan tidak pernah takut kepada
siapa pun selama ia yakin dengan
sikapnya. Bahkan ia siap berhadapan
dengan penguasa jika memang
penguasa tersebut berbuat sesuatu
yang dianggapnya mencederai rasa
keadilan.
Tidak heran jika kritik mapun protes
keras acap kali ia sampaikan kepada
penguasa, terutama lewat tulisan-
tulisannya di berbagai media massa.
Hasilnya, Hok-Gie memang
dianggap orang yang
berseberangan dengan penguasa.
Termasuk ketika Hok-Gie terang-
terangan melawan Presiden
Soekarno yang dianggap memberi
ruang terlalu berlebihan untuk Partai
Komunis Indonesia (PKI).
Menariknya, meskipun Hok-Gie
adalah seorang anti-komunis--
ditandai dengan dengan terjun
langsungnya ia ke arena perlawanan
terhadap komunisme--tetapi dia
tetap protes ketika terjadi
pembantaian massal terhadap
orang-orang yang dianggap
memiliki hubungan dengan PKI
tanpa melalui proses di pengadilan.
Stanley Adi Prasetyo, Komisioner
Komnas HAM Republik Indonesia
yang menyumbangkan tulisan
dalam buku ini, mengutip tulisan
Hok-Gie untuk memperlihatkan
sikap Hok-Gie, terhadap masalah
pembantaian tersebut. Hok-Gie
dalam dalam majalah Mahasiswa
Indonesia edisi Jawa Barat menulis,
ketika pembunuhan dilangsungkan,
para tawanan sering minta untuk
segera dibunuh saja. Alasannya,
mereka telah mengetahui
bagaimana hidup mereka akan
berakhir. Hal itu dilakukan karena
mereka takut menghadapi siksaan
atau cara pembunuhan mengerikan
yang dilakukan oleh manusia yang
menyebut dirinya ber-Tuhan (Hal.
349).
Hok-Gie memang sinis dengan
ketidakadilan maupun kemunafikan.
Ia tidak segan melakukan serangan
terhadap realitas seperti itu. Untuk
soal ini sikapnya hanya hitam-putih,
tidak ada wilayah abu-abu. Dalam
pandangannya, setiap kekeliruan
harus diluruskan, meskipun itu
dilakukan seorang pejabat yang
memiliki otoritas.
Keiritisan Hok-Gie ternyata bersifat
mengakar, hingga menyentuh
persoalan agama. Dalam hal ini Hok-
Gie tidak main mutlak-mutlakan. Ia
yang mengaku mengalami "krisis
kepercayan", menolak pendapat dari
otoritas pemuka agama yang
menyatakan bahwa agama yang
mereka anut adalah satu-satunya
agama yang akan mengantarkan
manusia ke surga. Bagi Hok-Gie
gagasan ini terlalu berlebihan.
Baginya agama haruslah membawa
pembebasan, dan bukan menjadi
alat masyarakat untuk mencapai
kepentingan tertentu.
Di balik itu semua ada sisi menarik
lain dari Hok-Gie. Meskipun selalu
berikap kritis dan tegas terhadap apa
yang dilihatnya, toh tetap saja Hok-
Gie adalah anak muda dengan
dinamikanya sendiri, entah itu dalam
pergaulan, komunitas hobi,
kampus, sampai perempuan.
Dalam pergaulan misalnya Hok-Gie
dikenal akrab dan terbuka dengan
sejumlah kawan. Pembicaraan
mereka pun sangat khas anak
muda, termasuk subjek atau
pembicaraan yang dianggap
"menyerempet bawah perut"--
begitu istilah Kartini Syahrir dalam
buku ini.
Sisi lain kemanusiaan Hok-Gie yang
ingin diungkap dalam buku inilah
adalah kesepian yang dialaminya. Di
tengah kegiatannya yang nyaris
seakan tidak ada jeda, mulai dari
menggalang massa mahasiswa
turun ke jalanan, hingga naik
gunung bersama pecinta alam
lainnya, Hok-Gie adalah potret
manusia yang dilanda sepi.
Keironisan itulah yang ditangkap
oleh Aris Santoso dalam buku ini.
Inilah kesepian yang harus diterima
Hok-Gie sebagai konsekuensi dari
pilihan idealisme, keteguhan hati,
dan kesetiaan kepada kebenaran.
Jelaslah, buku ini bukan sebuah
usaha untuk mengultuskan sosok
Hok-Gie. Sebaliknya buku ini
mencoba untuk memperlihatkan
sosok Hok-Gie apa adanya, dari
sudut pandang orang-orang yang
mengagumi dan mencintainya.
Buku ini sebenarnya dapat lebih
kaya jika surat-surat pribadi Hok-Gie
hasil korespondensinya dengan
sejumlah orang dapat dimuat.
Bukankah ia disebut-sebut
berkorespondesi dengan Ben
Anderson, Daniel S Lev, David R
Looker, Syharir, sampai
Onghokham. Tentu saja hal ini perlu
usaha yang lebih rumit untuk
mengumpulkan kembali surat-surat
yang dimaksud.
Namun demikian, kehadiran Soe
Hok-Gie...Sekali Lagi sedikitnya dapat
memberikan sebuah penggalan lain
kisah seorang Hok-Gie. Kita pun
diingatkan kembali bukan hanya
kepada keberaniannya, tetapi juga
persoalan bangsa Indonesia yang
membutuhkan politisi serta
pemimpin yang peduli, peka dan
siap bekerja untuk kemajuan
bangsanya tanpa pamrih.***
Baca Selengkapnya... - Catatan KompleksitasSoe Hok-Gie

CARA MENGETATAHUI KUALITAS PONSEL DARI NO IMEI

05 Oktober 2009

Saya menemukan info ini dari
forum Vivanews. Tips ini untuk
mengetahui bagaimana kualitsa
ponsel anda dilihat dari nomor IMEI
(International Mobile Equipment
Identity).
Silahkan dicoba :
Apakah anda ingin mengetahui HP
anda asli atau tidak..???
Untuk mengetahui apakah HP anda
asli atau tidak :
Dial *#06#
Akan tampil nomor imei
(International Mobile Equipment
Identity) dari HP anda.
Periksa digit ke 7 dan 8 dari nomor
imei tersebut.
Jika nomor pada digit tersebut
adalah 02 atau 20 berarti HP anda di
buat di Emirat Arab yang berarti
kualitas JELEK…
Jika nomor pada digit tersebut
adalah 08 atau 80 berarti HP anda di
buat di German yang berarti kualitas
TIDAK TERLALU BURUK…
Jika nomor pada digit tersebut
adalah 01 atau 10 berarti HP anda di
buat di Finlandia yang berarti kualitas
BAGUS …
Jika nomor pada digit tersebut
adalah 00 berarti HP anda ASLI yang
berarti kualitas TERBAIK …
Ketika saya mencoba tips ini
kenyataanya angka ke 7 dan 8
nomor IMEI ponsel saya adalah 03.
Jadi gak tau nih...mungkin anda
dapat angka yang berbeda!
Baca Selengkapnya... - CARA MENGETATAHUI KUALITAS PONSEL DARI NO IMEI

Kumpulan Lyric

03 Oktober 2009

Anda suka bernyanyi,atau hobi banget sama nyanyi..tapi susah
untuk ngafalin lirik
lagu kesayangan. Mungkin aplikasi ini berguna
buat anda.
Mobile book ini kami sediakan untuk
anda yang gemar menyanyi,
dengan memiliki ebook ini maka
anda dapat dengan mudah untuk
megingat dan menghafalkan lirik lagu-
lagu yang anda sukai. Dimanapun
dan kapanpun anda dapat
membukannya selagi anda masih
membawa ponsel anda. silahkan
download free disini
Baca Selengkapnya... - Kumpulan Lyric

trik dan tips posting gambar tanpa upload

01 Oktober 2009

Tips Posting gambar dg operamini 4. Bloging lewat HP memang tak seindah bloging lewat PC  banyak sekali kekurangannya khususnya saat memposting. Tapi jangan berkecil hati! Karena banyak cara untuk menyiasati kekurangan tersebut. Nah kali ini saya hendak membagi tips kepada teman-teman sekalian, agar ngeblog lewat blog menjadi senang dan mengasyikan... Tips Posting artikel bergambar dg Opera Mini 4 Tahukah Anda? Bahwa anda dapat posting artikel yg penuh gambar tanpa perlu repot men-upload gambar yg hendak anda tampilkan kedalam arsip file anda? , dengan demikian anda tidak memerlukan seperangkat pc. Anda hanya memerlukan aplikasi opera mini 4 di hp anda. Mengoptimalkan Google Image Search Gambar apa yg anda butuhkan? Apapun gambar yg anda perlukan, maka google akan memberikannya kepada anda . Misalnya anda hendak memosting review sebuah tempat wisata, sebut saja Madinah Nabawiyah, maka anda dapat memosting review tersebut lengkap dg gambar dan foto-fotonya hanya dg menggunakan opera mini, bantuan google image searching dan sedikit pengetahuan kode HTML, perhatikan langkah-langkah di bawah ini:

1. Setelah tulisan review anda selesai anda membutuhkan gambar dan foto-foto untuk semakin mempercantik posting anda, maka catat gambar yg anda perlukan kemudian hubungi google dan biarkan google yg mencarikan untuk anda,
2. Jika anda telah mendapatkan gambar yg tepat, klik pada gambar tersebut, maka anda akan di hantarkan ke alamat aslinya.
3. Klik sekali lagi untuk membuka gambar tersebut secara full.
4. Klik opsi "menu" pada opera mini anda, pilih " tools" kemudian "add book mark"
5. klik kotak adress untuk melihat alamat url gambar tersebut, kemudian catat atau copy paste di note book.
6. Setelah alamat url gambar anda dapatkan, maka tugas anda sekarang adalah men-copy alamat tersebut ke dalam kode html untuk menampikan gambar. Di my.opera kode html untuk menampikan gambar adalah seperti kode yg di sorot/blok di bawah ini,
7. Copy-kan alamat url gambar diartara symbol sama dengan " = " dan tutup kurung " ] " seperti di bawah ini
8. Jika langkah-langkah diatas telah anda lakukan semua maka gambar anda siap di save dan selanjutnya siap tampil mempercantik posting diblog anda,
Baca Selengkapnya... - trik dan tips posting gambar tanpa upload