Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Beberapa Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa Kita

30 Agustus 2010

Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa kita. a. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
b. Jima' (bersenggama).
c. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa.
d. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja.
e. Keluarnya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.
f. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam.
” Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka
tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang
muntah dengan sengaja maka wajib qadha." (HR.
Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).
Dalam lafazh lain disebutkan : "Barangsiapa muntah
tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti
puasanya)." DiriwayatRan oleh Al-Harbi
dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah
secara maudu' dan dishahihRan oleh AI-Albani
dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923.
g. Murtad dari Islam (semoga Allah melindungi
kita darinya). Perbuatan ini menghapuskan segala
amal kebaikan. Firman Allah Ta'ala: Seandainya
mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah
dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
"(Al-An'aam:88).
Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu
yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa
atau dipaksa. Demikian pula jika tenggorokannya
kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja. Jika
wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat
puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa
sekian semoga bermanfaat
Baca Selengkapnya... - Beberapa Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa Kita

Resep Menu Masakan Untuk Berbuka Puasa

27 Agustus 2010

Hidangan di sini bukan
makanan berat melainkan makanan
pembuka buka puasa atau biasa
disebut tajil. Nah resep tajil ini
pastinya sangat lezat jika di
aplikasikan langsung menjadi
masakan. Nah berhubung saya ini
adalah laki laki yang tidak bisa
memasak makanya saya
memberikan resep menu makanan
buka puasa ini untuk anda yang bisa
masak khusunya bagi anda para ibu
rumah tangga.
Nah Menu Tajil itu di sarankan untuk
di santap bagi yang berbuka puasa
biar perut tidak kaget, Nah setelah
makan tajil lebih baik sholat magrib
dulu, baru setelah sholat di lanjutkan
dengan makan makanan yang berat
seperti nasi dan lauk pauknya. Nah
itu juga katanya baik untuk
kesehatan lho. nah bagi yang sudah
tidak sabar mengetahui resep menu
makanan untuk pembuka buka
puasa atau menu tajil buka puasa
ini.
Menu Resep Tajil Buka Puasa
Enak sekali bisa anda lihat di
bawah:
Singkong Kuah Santan Legit –
Menu Makanan Buka Puasa
DetailBahan:
500 gr singkong, kupas, cuci
potong 2 x 2 x 2 cm
500 ml air
½ sdt garam
3 lembar daun pandan
50 gr gula pasir
250 ml santan dari 1 butir kelapa
100 gr nangka potong kotak-kotak
Areh:
100 ml santan
½ sdt garam
1 sdm gula pasir
1 sdm tepung maizena, cairkan
dengan sedikit santan
Cara membuat:
1. Rebus singkong, air, garam dan
daun pandan, di atas api kecil,
sampai singkong matang dan air
habis. Jaga singkong jangan sampai
hancur. Jika singkong belum empuk
tambahkan air lagi masak hingga air
habis.
2. Tambahkan gula pasir dan
santan, aduk perlahan agar
singkong tidak hancur hingga
mengental. Masukkan potongan
nangka, aduk rata, angkat, sisihkan.
3. Campur semua bahan areh,
didihkan hingga kental, angkat,
sisihkan.
4. Masukkan adonan singkong
dalam mangkok, siram dengan
areh. Sajikan.
Untuk 6 orang
Lemon Fruit – Kumpulan Resep
Masakan Bulan Suci Ramadhan
DetailBahan:
300 gr melon hijau, cetak bentuk
bulat
300 gr melon kuning, cetak bentuk
bulat
300 gr nata decoco
300 gr leci kalengan, tiriskan
300 gr gula pasir
300 ml air
150 ml air jeruk nipis
350 ml soda
1 bgk agar-agar merah
500 ml air
150 gr gula pasir
Cara membuat:
1. Rebus gula dan air hingga larut,
angkat, dinginkan. Tambahkan air
jeruk nipis dan soda, aduk rata.
2. Masak agar-agar, air dan gula
pasir hingga mendidih, tuang dalam
loyang persegi, dinginkan lalu
potong bentuk dadu.
3. Masukkan bola-bola buah dalam
mangkuk, tambahkan agar-agar
merah, leci, air gula dan soda, aduk
rata. Sajikan dengan es batu.
Untuk 6 orang
Es Kolang-kaling – Aneka Menu
Ringan Bulan Ramadhan 2009
DetailBahan:
250 gr kolang-kaling, iris tipis
150 gr gula pasir
500 ml air
pewarna merah
100 ml sirop merah
3 sdm air jeruk nipis
350 gr leci kalengan tiriskan
1 bgk agar-agar putih
500 ml air
150 gr gula pasir
susu kental manis
es batu
Cara membuat:
1. Masak 100 gr gula, kolang-kaling,
air dan pewarna merah sampai
kolang-kaling empuk dan air habis,
angkat, tiriskan.
2. Masak agar-agar, 100 gr gula dan
500 ml air, masak hingga mendidih.
Tuang dalam loyang, biarkan beku,
lalu serut agar-agar memanjang,
sisihkan.
3. Masukkan dalam gelas, agar-agar
serut, leci, kolang kaling, susu kental
manis dan sirop merah. Sajikan
dingin.
Untuk 6 gelas
Crepe Coconut – Menu Buka
Puasa Ramadhan
DetailBahan dadar:
250 ml santan dari 1 butir kelapa
50 gr gula palem
1 sdt bumbu spekuk
1 sdt garam
150 gr tepung terigu
2 btr telur kocok
Vla:
750 ml santan dari 1 butir kelapa
100 gr maizena
100 gr gula pasir
½ sdt garam
2 kuning telur
2 btr kelapa muda, kerok dagingnya
200 gr kismis
Lapisan Atas:
4 putih telur
3 sdm gula pasir halus
Cara membuat:
1. Dadar: campur semua bahan
dadar, aduk rata hingga kental. Buat
dadar yang tebal dengan
menggunakan wajan dadar bergaris
tengah 22 cm. Adonan ini dibuat
mejadi 6 lembar.
2. Vla: Campur santan, maizena,
gula pasir, garam, aduk rata, lalu
didihkan. Ambil sedikit adonan vla,
masukkan dalam kuning telur kocok
aduk rata. Masukkan kembali dalam
adonan vla, tambahkan sebagian
kismis dan kelapa muda aduk rata.
3. Lapisan Atas: kocok putih telur
hingga mengembang, lalu
masukkan gula sedikit demi sedikit,
sambil terus dikocok hingga kaku.
4. Penyelesaian: siapkan pinggan
tahan panas bulat, ukuran 22 cm,
lalu oles dengan margarin. Taruh
selembar dadar di dasar pinggan,
lalu tuangkan adonan vla. Ulangi
hingga adonan dadar habis.
5. Tuangkan putih telur, diatasnya
hingga seluruh bagian tertutup oleh
putih telur. Hias atasnya dengan
kismis.
6. Panggang dalam oven hingga
berwarna kecokelatan. Angkat.
Untuk 6 orang
Puding Ketan Hitam – Resep
Berbuka 2009
DetailBahan:
100 gr gula pasir
5 kuning telur
3 putih telur
500 ml susu segar
250 gr tapai ketan hitam
1 sdt garam
Cara membuat:
1. Siapkan pinggan tahan panas
volume 250 ml. Kocok gula pasir
dan telur hingga gula larut,
masukkan susu sedikit demi sedikit
sambil aduk hingga rata. Saring,
sisihkan.
2. Masukkan 2 sdm tapai ketan
hitam dalam pinggan tahan panas,
ratakan, lalu tuang adonan telur.
3. Kukus dalam dandang panas,
kecilkan apinya, masak hingga
matang, angkat. Sebelum disajikan,
taburi bagian atas pudding dengan
tapai ketan hitam.
Untuk 4 orang
Sumber resep: http://ita-
wisnuwardani.blogspot.com/2007/08/
hidangan-berbuka-puasa.html
Baca Selengkapnya... - Resep Menu Masakan Untuk Berbuka Puasa

Tips Sehat Berpuasa

26 Agustus 2010

Saat berpuasa ramadhan kadang
kala menjadi suatu alasan untuk
bermalas malasan ataupun
mengurangi frekwensi kerja.
Puasa ramadhan adalah wajib bagi
umat islam.
Banyak manfaat dan hikmah yang
kita dapatkan dari ibadah puasa.
Lalu bagaimana memadukan antara
ibadah dan mendapatkan manfaat
bagi kesehatan kita?
Berikut ini adalah tips sehat saat
menjalankan puasa ramadhan :
1. Jangan Tinggalkan Sahur
Sahur merupakan salah satu
rangkaian dalam ibadah puasa
Ramadhan yang sangat disarankan,
dalam sebuah Hadist disebutkan
bahwa "Bersabda Rasulullah SAW:
"Sahurlah kamu, karena dalam
sahur itu terdapat berkah yang
besar". Kenapa sahur penting bagi
kita yang menjalankan puasa?, Saat
menjalankan puasa tubuh kita tidak
mendapatkan asupan gizi kurang
lebih selama 14 jam.
Untuk itu supaya tubuh dapat
menjalankan fungsi dengan baik,
sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan
energi dalam jumlah cukup. Untuk
menu sahur sebaiknya pilih
makanan berserat dan berprotein
tinggi, tapi hindari terlalu banyak
mengkonsumsi makanan yang
manis-manis. Banyak makan
makanan manis disaat sahur akan
membuat Anda cepat lapar di siang
hari. Makanan manis membuat
tubuh bereaksi melepaskan insulin
secara cepat, insulin berfungsi
memasukkan gula dari dalam darah
ke dalam sel-sel tubuh dan
digunakan sebagai sumber energi.
Sedangkan makan makanan
berserat membuat proses
pencernaan lebih lambat dan
membantu insulin dikeluarkan
secara bertahap. Untuk membuat
energi dari sahur tahan lama,
bersahurlah lebih akhir saat
mendekati imsak.
2. Jangan Tunda Berbuka
Setelah seharian menahan lapar dan
dahaga tentunya energi kita
terkuras, untuk memulihkan energi
kembali, saat berbuka makanlah
karbohidrat sederhana yang
terdapat dalam makanan manis.
Makanan yang mengandung gula
mengembalikan secara instant
energi kita yang terkuras seharian.
Tetapi usahakan menghindari
minum es atau yang bersoda,
karena jenis minuman ini dapat
membuat pencernaan tak berfungsi
secara normal.
3. Makanlah Secara Bertahap
Biasanya begitu mendengar bedug
magrib, tanpa tunggu lagi kita
langsung menyantap habis
hidangan yang disediakan diatas
meja. Ini bukanlah pola yang bagus
untuk kesehatan, setelah seharian
perut kita tak terisi dan organ cerna
beristirahat, sebaiknya jangan
langsung menyantap hidangan
dalam jumlah besar. Saat tiba waktu
berbuka makan makanan manis,
seperti kolak, atau minum teh
hangat, istirahatkan sesaat, bisa
Anda gunakan jeda itu untuk
menjalankan sholat magrib sambil
memberi waktu organ cerna kita
menyesuaikan. Baru setelah sholat
Anda dapat lanjutkan kembali
makan makanan yang lebih berat
seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan
setelah Tarawih dilanjutkan lagi
dengan sesi makan kecil atau
camilan. 4. Jangan Tinggalkan
Olahraga Menjalankan puasa bukan
berarti berhenti total berolahraga.
Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan
untuk menjaga kelancaran
peredaran darah agar kita tidak
mudah loyo. Namun untuk urusan
ini pilih olahraga ringan yang tak
membutuhkan energi berlebih,
seperti lari-lari kecil atau jalan kaki.
Sebaiknya lakukan olahraga
menjelang waktu berbuka. Tarawih
selain ibadah juga sebagai sarana
menjaga kebugaran jasmani karena
saat melakukan sholat tarawih sama
dengan membakar kalori.
5. Konsumsi Cukup Air Air
merupakan zat yang sangat
dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 %
tubuh kita terdiri dari air. Untuk
menjalankan fungsinya dengan baik
setiap organ tubuh kita
membutuhkan air. Tanpa air yang
cukup tubuh akan mengalami
gangguan. Untuk itu perbanyak
minum air untuk simpanan dalam
tubuh supaya semua organ
berfungsi dengan baik.
Yang disebut air disini bukan hanya
berupa air putih, tapi susu dan teh
pun juga termasuk di dalamnya.
Supaya kebutuhan tubuh tercukupi,
aturlah agar Anda minum delapan
gelas air sebelum menjalani puasa
esok hari.
6. Kendalikan Emosi
Rasulallah bersabda bahwa puasa itu
bukan hanya menahan lapar dan
dahaga tetapi juga menahan nafsu.
Dengan kata lain tujuan puasa
adalah me-manage emosi, belajar
bersabar dan berupaya
mendekatkan diri kepada Tuhan.
Secara psikologis ini mempengaruhi
mental-spiritual kita, dengan
mengendalian emosi membuat jiwa
kita tumbuh lebih sehat, dan
merasakan kedekatan dengan Allah
membuat hati kita damai.
Baca Selengkapnya... - Tips Sehat Berpuasa

RAHASIA PUASA RAMADHAN

24 Agustus 2010

Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan
kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini
merupakan sesuatu yang amat membahagiakan
dan sangat ditunggu. Betapa tidak, dengan
menunaikan ibadah Ramadhan, banyak amalan,
kedahsyatan dan manfaat yang akan kita peroleh,
baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat
kelak.
Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk
membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu
bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.
Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil
Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa
yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita
rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.
1. Menguatkan Jiwa. Dalam hidup hidup, tak
sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh
hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti
apapun yang menjadi keinginannya meskipun
keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan
mengganggu serta merugikan orang lain.
Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk
memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha
untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh
nafsu yang membuat kita tidak mempunyai
keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi.
Manakala dalam peperangan ini manusia
mengalami kekalahan, malapetaka besar akan
terjadi karena manusia yang kalah dalam perang
melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan
penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan
yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung
mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah
memerintahkan kita memperhatikan masalah ini
dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah
kamu melihat orang yang menjadikan hawa
nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah
membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya (QS
45:23).
Dengan ibadah puasa, maka manusia akan
berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang
membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan
demikian, manusia akan memperoleh derajat
yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci
dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan
membuka pintu-pintu langit hingga segala
do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah
Saw bersabda yang artinya:
Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a
mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka,
pemimpin yang adil dan do ’a orang yang dizalimi
(HR. Tirmidzi).
2. Mendidik Kemauan. Puasa mendidik seseorang
untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh
dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan
kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala.
Puasa yang baik akan membuat seseorang terus
mempertahankan keinginannya yang baik,
meskipun peluang untuk menyimpang begitu
besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan:
Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan
ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani
seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani
yang prima akan membuat seseorang tidak akan
lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan
atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan
kekuatan rohani juga akan membuat seorang
muslim tidak akan berputus asa meskipun
penderitaan yang dialami sangat sulit.
3. Menyehatkan Badan. Disamping kesehatan dan
kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga
akan memberikan pengaruh positif berupa
kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan
oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan
oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia
yang membuat kita tidak perlu meragukannya
lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat
tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari
bekerja memproses makanan yang masuk
sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan,
apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang
harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk
makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk
udara.
4. Mengenal Nilai Kenikmatan. Dalam hidup ini,
sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan
yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak
pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya.
Dapat satu tidak terasa nikmat karena
menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat
karena menginginkan tiga dan begitulah
seterusnya. Padahal kalau manusia mau
memperhatikan dan merenungi, apa yang
diperolehnya sebenarnya sudah sangat
menyenangkan karena begitu banyak orang yang
memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak
lebih mudah dari apa yang kita peroleh. Maka
dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh
memperhatikan dan merenungi tentang
kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga
disuruh merasakan langsung betapa besar
sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada
kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita
tidak makan dan minum sudah terasa betul
penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita
berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari
Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau
seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah
puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi
nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita
selanjutnya menjadi orang yang pandai
bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan
dari Allah meskipun dari segi jumlah memang
sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan
membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari
segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya,
Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasati Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).
5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan
Orang Lain. Merasakan lapar dan haus juga
memberikan pengalaman kepada kita bagaimana
beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain.
Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita
rasakan akan segera berakhir hanya dengan
beberapa jam, sementara penderitaan orang lain
entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya
puasa akan menumbuhkan dan memantapkan
rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin
lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga
kini masih belum teratasi, seperti penderitaan
saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku,
Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air
serta yang terjadi di berbagai belahan dunia
lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak,
Palestina dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai
simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum
Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk
menunaikan zakat agar dengan demikian setahap
demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-
persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu
tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin
dan menderita, pi juga bagi kita yang
mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang
kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta
seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah
berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari
sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan
mendo ’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a
kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi
mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui (QS 9:103).
Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang
amat penting bagi kita, maka sudah
sepantasnyalah kalau kita harus menyambut
kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh
rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan
membuat kita bisa melaksanakan ibadah
Ramadhan nanti dengan ringan meskipun
sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.
Kegembiraan terhadap datangnya bulan
Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya
semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan
tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah
(mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah
pengokohan atau pemantapan taqwa kepada
Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita
perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah
Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih
menghadapi berbagai macam persoalan besar.
Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita
yang sedang mengalami krisis, krisis yang
seharusnya diatasi dengan memantapkan iman
dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan
cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu
pertentangan dan perpecahan yang justeru
menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari
Allah Swt.
Baca Selengkapnya... - RAHASIA PUASA RAMADHAN

Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Manusia

1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and
apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata
sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa
the penelitian “ chronobiological”
menunjukkan saat puasa
ramadan berpengaruhterhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan
bagi peningkatan kesehatan
manusia.
2. Keadaan psikologis yang tenang,
teduh dan tidak dipenuhi rasa
amarah saat puasa ternyata
dapat menurunkan adrenalin.
Saat marah terjadi peningkatan
jumlah adrenalin sebesar 20-30
kali lipat. Adrenalin akan
memperkecil kontraksi otot
empedu, menyempitkan
pembuluh darah perifer,
meluaskan pebuluh darah
koroner, meningkatkan tekanan
darah rterial dan menambah
volume darah ke jantung dan
jumlah detak jantung. Adrenalin
juga menambah pembentukan
kolesterol dari lemak protein
berkepadatan rendah. Berbagai
hal tersebut ternyata dapat
meningkatkan resiko penyakit
pembuluh darah, jantung dan
otak seperti jantung koroner,
stroke dan lainnya.
3. Jumlah sel yang mati dalam
tubuh mencapai 125 juta
perdetik, namun yang lahir
dan meremaja lebih banyak
lagi. Saat puasa terjdi
perubahan dan konversi
yang massif dalam asam
amino yang terakumulasi
dari makanan. Sebelum
didistribusikan dalam tubuh
terjadi format ulang.
Sehingga memberikan
kesempatan tunas baru sel
untuk memperbaiki dan
merestorasi fungsi dan
kinerjanya. Pola makan saat
puasa dapat mensuplai asam
lemak dan asam amino
penting saat makan sahur
dan berbuka. Sehingga
terbentuk tunas-tunas
protein , lemak, fosfat,
kolesterol dan lainnya untuk
membangun sel baru dan
membersihkan sel lemak
yang menggumpal di dalam
hati.
4. Puasa bisa menurunkan kadar
gula darah, kolesterol dan
mengendalikan tekanan darah.
Itulah sebabnya, puasa sangat
dianjurkan bagi perawatan
mereka yang menderita penyakit
diabetes, kolesterol tinggi,
kegemukan dan darah tinggi.
Dalam kondisi tertentu, seorang
pasien bahkan dibolehkan
berpuasa, kecuali mereka yang
menderita sakit diabetes yang
sudah parah, jantung koroner
dan batu ginjal. Puasa dapat
menjaga perut yang penuh
disebabkan banyak makan
adalah penyebab utama kepada
bermacam-macam penyakit
khususnya obesitas,
hiperkolesterol, diabetes dan
penyakit yang diakibatkan
kelebihan nutrisi lainnya.
5. Sedang di antara manfaat
puasa ditinjau dari segi
kesehatan adalah
membersihkan usus-usus,
memperbaiki kerja
pencernaan, membersihkan
tubuh dari sisa-sisa dan
endapan makanan,
mengurangi kegemukan dan
kelebihan lemak di perut.
6. Termasuk manfaat puasa adalah
mematahkan nafsu. Karena
berlebihan, balk dalam makan
maupun minum serta
menggauli isteri, bisa
mendorong nafsu berbuat
kejahatan, enggan mensyukuri
nikmat serta mengakibatkan
kelengahan.
7. Penghentian konsumsi air
selama puasa sangat efektif
meningkatkan konsentrasi
urin dalam ginjal serta
meningkatkan kekuatan
osmosis urin hingga
mencapai 1000 sampai
12.000 ml osmosis/kg air.
Dalam keadaan tertentu hal
ini akan member
perlindungan terhadap fungsi
ginjal. Kekurangan air dalam
puasa ternyata dapat
meminimalkan volume air
dalam darah. Kondisi ini
berakibat memacu kinerja
mekanisme local pengatur
pembuluh darah dan
menambah prostaglandin
yang pada akhirnya memacu
fungsi dan kerja sel darah
merah.
8. Dalam keadaan puasa ternyata
dapat meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Penelitian
menunjukkan saat puasa terjadi
pengkatan limfosit hingga
sepuluh kali lipat. Kendati
keseluruhan sel darah putih tidak
berubah ternyata sel T
mengalani kenaikkan pesat.
Perubahan aksidental lipoprotein
yang berkepadatan rendah
(LDL), tanpa diikuti penambahan
HDL. LDL merupakan model
lipoprotein yang meberika
pengaruh stumulatif bagi respon
imunitas tubuh.
9. Pada pelitian terbaru
menunjukkan bahwa terjadi
penurunan kadar apobetta,
menaikkan kadar apoalfa1
dibandingkan sebelum
puasa. Kondisi tersebut
dapat menjauhkan seragan
penyakit jantung dan
pembuluh darah.
10. Penelitian endokrinologi
menunjukkan bahwa pola
makan saat puasa yang bersifat
rotatif menjadi beban dalam
asimilasi makanan di dalam
tubuh. Keadaan ini
mengakibatkan pengeluaran
hormon sistem pencernaan dan
insulin dalam jumlah besar.
Penurunan berbagai hormon
tersebut merupakan salah satu
rahasia hidup jangka panjang.
11. Manfaat lain ditunjukan
dalam penelitian pada
kesuburan laki-laki. Dalam
penelitian tersebut dilakukan
penelitian pada hormon
testoteron, prolaktin,
lemotin, dan hormon
stimulating folikel (FSH),
Ternyata hasil akhir
kesimpulan penelitian
tersebut puasa bermanfaat
dalam pembentukan sperma
melalui perubahan hormon
hipotalamus-pituatari
testicular dan pengaruh ke
dua testis.
12. Manfaat lain yang perlu penelitian
lebih jauh adalah pengaruh
puasa pada membaiknya
penderita radang persendian
(encok) atau rematoid arthritis.
Parameter yang diteliti adalah
fungsi sel penetral (netrofil) dan
progresifitas klinis penderita.
Penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa terdapat
korelasi antara membaiknya
radang sendi dan peningkatan
kemampuan sel penetral dalam
membasmi bakteri.
13. Dalam sebuah jurnal
endokrin dan metabolisme
dilaporkan penelitian puasa
dikaitkan dengan hormon
dan kemampuan seksual
laki-laki. Penelitian tersebut
mengamati kadar hormon
kejantanan (testoteron),
perangsang kantung (FSH)
dan lemotin (LH). Terjadi
perubahan kadar berbagai
hormon tersebut dalam tiap
minggu. Dalam tahap awal
didapatkan penurunan
hormon testoteron yang
berakibat penurunan nafsu
seksual tetapi tidak
menganggu jaringan
kesuburan. Namun hanya
bersifat sementara karena
beberapa hari setelah puasa
hormon testoteron dan
performa seksual meningkat
pesat melebihi sebelumnya.
14. Bahkan seorang peneliti di
Moskow melakukan penelitian
pada seribu penderita kelainan
mental termasuk sizofrenia.
Ternyata dengan puasa sekitar
65% terdapat perbaikan kondisi
mental yang bermakna.
Berbagai penelitian lainnya
menunjukkan ternyata puasa
Ramadhan juga mengurangi
resiko kompilkasi kegemukan,
melindungi tubuh dari batu
ginjal, meredam gejolak seksual
kalangan muda dan penyakit
lainnya yang masih banyak lagi
15. Pikiran kita yang
melambat ketika lapar,
ternyata menjadi lebih
tajam. Secara instingtif,
bukti ilmiah ini bisa diterima
terkait dengan fakta bahwa
dalam banyak hal, masalah
lapar adalah masalah
kelanjutan hidup. Jadi wajar
saja, jika rasa lapar
membuat pikiran semakin
tajam dan kreatif.
Sekelompok mahasiswa di
University of Chicago
diminta berpuasa selama
tujuh hari. Selama masa itu,
terbukti bahwa
kewaspadaan mental
mereka meningkat dan
progres mereka dalam
berbagai penugasan kampus
mendapat nilai “remarkable”.
16. Termasuk manfaat puasa adalah
mempersempit jalan aliran
darah yang merupakan jalan
setan pada diri anak Adam.
Karena setan masuk kepada
anak Adam melalui jalan aliran
darah. Dengan berpuasa, maka
dia aman dari gangguan setan,
kekuatan nafsu syahwat dan
kemarahan. Karena itu Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
menjadikan puasa sebagai
benteng untuk menghalangi
nafsu syahwat nikah, sehingga
beliau memerintah orang yang
belum mampu menikah dengan
berpuasa
17. Seorang ilmuwan di bidang
kejiwaan yang bernama Dr.
Ehret menyatakan bahwa
untuk hasil yang lebih dari
sekedar manfaat fisik, yaitu
agar mendapatkan manfaat
mental dari aktivitas
berpuasa, seseorang harus
menjalani puasa lebih dari 21
hari.
18. Ilmuwan psikiater lainnya yaitu
Dr. E.A. Moras, mengatakan
bahwa seorang pasien
wanitanya telah menderita sakit
mental selama lebih dari delapan
bulan. Wanita itu telah berobat
kesana-kemari termasuk ke para
ahli saraf dengan hasil kurang
memuaskan. Ia memintanya
untuk berpuasa. Wanita itu
mengalami perbaikan kondisi
mental, dan bahkan dinyatakan
sembuh setelah berpuasa
selama lima minggu. Di dalam
otak kita, ada sel yang disebut
dengan “neuroglial cells”.
Fungsinya adalah sebagai
pembersih dan penyehat otak.
Saat berpuasa, sel-sel neuron
yang mati atau sakit, akan
“ dimakan” oleh sel-sel neuroglial
ini.
19. Sebuah tulisan penelitian
yang dilakukan Dr. Ratey,
seorang psikiaters dari
Harvard, mengungkapkan
bahwa pengaturan dan
pembatasan asupan kalori
akan meningkatkan kinerja
otak. Dr. Ratey melakukan
penelitian terhadap mereka
yang berpuasa dan
memantau otak mereka
dengan alat yang disebut
“functional Magnetic
Resonance Imaging” (fMRI).
Hasil pemantauan itu
menyimpulkan bahwa setiap
individu obyek menunjukkan
aktivitas “motor cortex”
yang meningkat secara
konsisten dan signifikan.
20. Ilmuwan di bidang neurologi
yang bernama Mark Mattson,
Ph.D., seorang kepala
laboratorium neuroscience di
NIH ’s National Institute on Aging.
Dalam hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa diet yang
tepat seperti berpuasa, secara
signifikan bisa melindungi otak
dari penyakit de-generatif seperti
Alzheimer atau Parkinson. Hasil
penelitiannya menunjukkan,
bahwa diet dengan membatasi
masukan kalori 30% sampai
50% dari tingkat normal,
berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.
Baca Selengkapnya... - Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Manusia

Hal-hal Yang Membatalkan Puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa ada dua
macam: yang mewajibkan qadla' saja (tidak
kafarat), dan ada yang mengharuskan qadla' dan
kafarat. Kali ini, kita akan menampilkan yang
pertama, yang mewajibkan qadla' saja, menurut
4 mazhab besar : Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah,
dan Hanbaliyah.
A. Mazhab Hanafiyah
Hal-hal yang membatalkan puasa, dalam mazhab
Hanafiyah ini terbagi ke dalam 3 kelompok besar.
Pertama, memakan/menelan/meminum sesuatu
yang tidak selayaknya ia makanan. Masuk dalam
kelompok ini adalah hal-hal berikut:
memakan beras mentah.
makan adonan tepung yang tidak dimasak.
menelan obat-obatan (tanpa maksud yang jelas).
Memakan buah yang belum masak.
Memakan sisa-sisa makanan di mulut sebesar
kacang Arab (sama dengan setengahnya kacang
tanah).
Memakan garam banyak dengan sekali telan juga
mewajibkan qadla' (tidak kafarat), berbeda jika
menelannya sedikit-sedikit, maka selain qadla'
puasa ia juga wajib membayar kafarat.
Memakan biji-bijian.
Memakan/menelan kapas, kertas atau kulit, kerikil,
besi, debu, batu, uang kertas/perak atau
sejenisnya.
Memasukkan air atau obat ke dalam tubuh
dengan cara menyuntukkan melalui lubang
kemaluan, hidung, atau tenggorokan.
Meneteskan minyak ke dalam telinga (bukan air,
karena air tidak bisa meresap lebih jauh ke
dalam).
Masuknya air hujan atau salju ke dalam
tenggorokan tanpa sengaja, dan dia tidak
menelannya.
Sengaja muntah-muntah, atau mengeluarkan
muntah dengan paksa lantas ditelankannya
kembali, jika muntahannya itu memenuhi mulut;
atau walaupun tidak sampai memenuhi mulut
namun yang kembali tertelan minimal menyamai
biji kacang Arab, sementara dia sadar bahwa dia
puasa. Namun jika muntahan itu terjadi dengan
tanpa sengaja; atau kalaupun muntah secara
disengaja namun muntahannya tidak memenuhi
mulutnya; atau saat muntah dia lupa bahwa dia
sedang puasa; atau muntahannya itu berupa
lendir, tidak makanan; maka puasanya tidak batal.
Ini berdasar hadis "Barang siapa muntah dengan
tanpa sengaja maka dia tidak wajib mengqadla,
namun jika sengaja muntah-muntah maka
diwajibkan mengqadla'".
***
Jenis kedua adalah memakan/meminum/menelan
makan-makanan atau obat-obatan karena ada
udzur, baik itu berupa penyakit, dipaksa,
memakan/meminum/menelan secara keliru, atau
karena menyepelekan, atau karena samar. Masuk
dalam kategori ini adalah hal-hal berikut ini:
Masuknya air kumur ke dalam perut secara tak
sengaja.
Berobat dengan cara membedah tubuh bagian
kepala atau perut, lantas obat yang dimasukkan
mencapai otak atau perut.
Orang tidur yang dimasuki air ke dalam tubuhnya
dengan sengaja.
Orang perempuan yang membatalkan puasanya
dengan alasan khawatir sakit karena
melaksanakan suatu pekerjaan.
Makan atau bersenggama secara syubhat/samar,
setelah ia melakukan hal itu (makan atau
senggama) karena lupa.
Makan setelah ia berniat puasa pada siang hari.
Seorang musafir (orang yang bepergian) yang
makan saat niat puasanya dilakukan pada malam
hari setelah ia memutuskan untuk menetap
(mukim) di tempat ia berada.
Makan/minum/senggama pada saat fajar telah
terbit, namun ia ragu apakah fajar telah terbit.
Makan/minum/senggama pada saat matahari
belum terbenam, namun ia menyangka bahwa
matahari telah terbenam (telah maghrib).
CATATAN
Seorang yang makan atau melakukan hubungan
badan sejak sebelum terbitnya fajar, kemudian
fajar terbit, maka jika ia langsung
menghentikannya atau memuntahkan makanan
yang ada di mulutnya, maka hal tersebut tidak
membatalkan puasanya.
***
Jenis ketiga adalah pelampiasan nafsu seks/birahi
secara tak sempurna. Masuk dalam kategori ini
adalah hal-hal berikut:
Keluarnya mani dikarenakan berhubungan badan
dengan mayit atau binatang atau anak kecil yang
belum menimbulkan syahwat.
Keluarnya mani karena berpelukan atau adu paha.
Keluarnya mani karena ciuman atau rabaan.
Perempuan yang disetubuhi saat ia tertidur.
Perempuan yang menetesi kemaluannya dengan
minyak.
Memasukkan jari yang dibasahi dengan minyak
atau air kedalam anus, lantas air atau minyak itu
masuk ke dalam.
Bercebok sehingga ada air yang masuk ke dalam
melalui anus.
Memasukkan sesuatu sampai tenggelam
seluruhnya (kapas, kain, atau jarum suntik, dll) ke
dalam anus.(Jika tidak tenggelam seluruhnya,
maka tidak membatalkan puasa)
Perempuan yang memasukkan jarinya yang
dibasahi dengan minyak atau air ke dalam
vaginanya bagian dalam.
***
B. Mazhab Malikiyah
Dalam mazhab ini, hal-hal yang mewajibkan
qadla' (tanpa kafarat) ada 3 kategori berikut ini:
1. Membatalkan puasa-puasa fardlu (seperti qadla'
Ramadlan, puasa kafarat, puasa nadzar yang tidak
tertentu, puasanya orang yang haji tamattu' dan
qiraan yang tidak membayar denda). Adapun
puasa nadzar yang ditentukan, semisal bernadzar
puasa hari/beberapa hari/bulan tertentu, jika dia
membatalkan puasanya itu karena udzur seperti
haidl, nifas, ayan, gila, sakit, dll, maka ia tak wajib
mengqadla'. Namun jika uzdurnya sudah hilang
sementara apa yang dinadzarkannya masih
tersisa, maka ia wajib melakukan puasa pada hari
yang tersisa itu.
2. Membatalkan puasa dengan sengaja pada puasa
Ramadhan, selama syarat-syarat wajibnya kafarat
tak terpenuhi. Seperti batalnya puasa karena
udzur seperti sakit; atau karena udzur yang
menghilangkan dosa seperti lupa, kesalahan,
keterpaksaan; batalnya puasa karena keluarnya
madzi atau mani karena melamun/melihat/
memikir-mikir (sesuatu yang menimbulkan
syahwat), dengan tanpa berlebihan, namun
kebiasaannya keluar mani pada saat berhenti dari
tindakan itu. Singkatnya, semua puasa wajib
yang dibatalkannya wajib baginya mengqadla,
kecuali puasa nadzar tertentu yang dibatalkannya
karena udzur.
3. Membatalkan puasa dengan sengaja pada puasa-
puasa sunat. Karena menurut mazhab ini,
melakukan suatu ibadah sunat, hukumnya wajib
melakukannya sampai sempurna. Jika dibatalkan
secara sengaja maka harus mengqadlanya, dan
jika tanpa jika batalnya karena udzur tidak wajib
mengqadlanya.
Kesimpulannya, seseorang yang membatalkan
puasa (semua jenis puasa) dengan sengaja maka
ia wajib mengqadlanya, dan tidak wajib
membayar kafarat kecuali pada puasa Ramadhan
saja. Dan barang siapa yang batal puasanya (jenis
apa saja) karena lupa, wajib baginya mengqadla
(tidak kafarat), kecuali pada puasa sunat (tidak
wajib qadla' tidak pula kafarat).
***
Adapun hal-hal yang bisa membatalkan puasa,
dalam mazhab ini, ada 5 hal:
1. Bersengga yang mewajibkan mandi.
2. Keluarnya mani atau madzi karena ciuman,
belaian, dan melihat/memikir-mikir (sesuatu yang
menimbulkan syahwat) dan itu dilakukannya
dengan sengaja dan terus-terusan.
3. Muntah-muntah secara sengaja, baik
muntahannya itu memenuhi mulut atau tidak.
Namun jika muntah itu terjadi secara tak sengaja
maka tak membatalkan puasanya, kecuali jika ada
muntahannya yang kembali masuk ke perut
walau tak sengaja (maka batallah puasanya).
4. Sampainya sesuatu yang cair ke tenggorokan
melalui mulut, hidung, atau telinga, baik itu secara
sengaja, lupa, kesalahan, atau keterpaksaan.
Seperti air kumur atau saat gosok gigi. Masuk
dalam kategori hukum cairan ini juga, dupa dan
kemenyan jika dihirup kuat-kuat sehingga masuk
ke tenggorokan, asap yang diketahui (seperti
rokok-pent), bercelak dan berminyak rambut
pada siang hari jika rasanya sampai ke
tenggorokan, jika tidak sampai ke tenggorokan
tidak membatalkan puasa. Sebagaimana ia tak
membatalkan puasa, jika hal itu dilakukannya
pada malam hari).
5. Sampainya sesuatu ke pencernaan, baik zat cair
atau tidak, melalui mulut, hidung, mata atau
pangkal rambut, baik masuknya dengan
disengaja, keliru, lupa atau terlanjur. Adapun
suntikan pada lobang kelamin laki-laki tidak
membatalkan puasa. Begitu juga halnya
mengkorek-korek lubang telinga, juga menelan
sisa-sisa makanan yang masih menempel di
antara gigi-gigi tidak membatalkan puasa,
meskipun itu dilakukan dengan sengaja.
Demikian pula masuknya segala sesuatu, baik
berupa cairan atau tidak, ke dalam pencernaan
melalui lubang-lubang (menuju dalam tubuh)
yang berada di atas perut, baik lubang tersebut
lebar atau sempit, membatalkan puasa dan wajib
mengqadlanya. Beda dengan sesuatu yang
masuk melalui lubang bawah (perut), ia baru
dianggap membatalkan puasa jika lubang bawah
itu lebar (seperti lubang anus dan kelamin
perempuan), dan barang yang masuk itu berupa
zat cair (tidak benda yang keras).
Singkatnya, qadla' itu wajib bagi orang yang
membatalkan puasa-puasa wajib, baik itu
dilakukannya dengan sengaja, lupa, keterpaksaan;
baik pembatalannya itu haram, boleh, atau wajib
seperti orang yang membatalkan puasanya
karena kekhawatirannya akan sesuatu yang fatal
(jika ia puasa); baik pembatalan itu juga
mewajibkan kafarat atau tidak; baik puasa fardhu
itu asli atau puasa nadzar.
Baca Selengkapnya... - Hal-hal Yang Membatalkan Puasa